Khotbah
Ekspositori Kirenius, S.Pd.K
Mazmur
100:1-5
100:1.
Mazmur untuk korban syukur. Bersorak-soraklah (bergembira) bagi TUHAN, hai seluruh bumi!
100:2 Beribadahlah(melayani/mentaati
Dia dgn senang hati) kepada TUHAN dengan sukacita(semangat), datanglah
ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!
100:3 Ketahuilah(ingatlah),
bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita,
umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.
100:4 Masuklah
melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan
puji-pujian, bersyukurlah
kepada-Nya dan pujilah
nama-Nya!
100:5 Sebab TUHAN itu baik,
kasih
setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.
Apa Alasan Kita Bersyukur kepada TUHAN?
Eksposisi:...bersorak-soraklah...beribadahlah...datanglah...ketahuilah...masuklah...bersyukurlah
dan pujilah(kata perintah).
1. Karena TUHAN itu baik (ayt 5a)
a. Kebaikan
Tuhan: Perbuatan-perbuatan Allah adalah baik: karena perbuatan-perbuatan-Nya
itu menyatakan sifat-sifat kebijaksanaan dan kuasa-Nya (Mzm. 104:24-31), dan
adalah berkenan pada Dia sendiri.
b. Keluaran
14:15-31(bangsa Israel keluar dari Mesir dan menyeberang laut teberau:
perbuatan Tuhan yg baik dan dasyat).
c. 1Tim 4:4 “Karena semua yang diciptakan Allah itu baik
dan suatupun tidak ada yang haram, jika diterima dengan ucapan syukur. Rm 14:14 Aku tahu dan yakin dalam Tuhan Yesus, bahwa
tidak ada sesuatu yang najis dari dirinya sendiri. Hanya bagi orang yang
beranggapan, bahwa sesuatu adalah najis, bagi orang itulah sesuatu itu najis.
d. Yoh.
2 Perkawinan di Kana (kehabisan anggur).
Prinsip: TUHAN Baik Kpd Semua Orang
Penerapan: Berbuat baiklah kpd semua org; tmn,
shbt, musuh, kelurga, dan berdoalah bagi mereka.
Ilustrasi:
2. Karena Kasih Setia-Nya (ayt 5b)
Eks:....KASIH SETIA
Kasih setia merupakan padanan kata Ibrani khesed. Paling banyak muncul
dalam Mzm. Di tempat-tempat lain khesed diterjemahkan ‘belas
kasihan’, ‘kemurahan hati’, dan ‘kebaikan’. Banyak terjemahan telah dikemukakan,
antara lain ‘kasih yg jujur’ (G Adam Smith),
‘kesalehan’ (C. H Dodd), ‘solidaritas’ (Koehler-Baumgartner) dan ‘kasih perjanjian’ (N Snaith). Asal usul
etimologisnya tidak jelas. Suatu penyelidikan mengenai ay-ay di mana kata itu
dijumpai (Mzm. 89), mengungkapkan bahwa kata
itu sangat erat hubungannya dengan dua pengertian, yaitu ‘perjanjian’ dan ‘kesetiaan’.
Artinya mungkin dapat dirangkum sebagai ‘kasih yg
mantap teguh atas dasar perjanjian yg telah dibuat’. Arti ini digunakan
untuk menggambarkan baik sikap Allah terhadap umat-Nya maupun sikap umat Allah
terhadap Dia; penggunaan yg kedua khususnya dalam Hos.
KASIH SAYANG
Kasih sayang atau belas kasih ialah sifat yg terdapat baik pada Allah
maupun pada manusia. Dua istilah ini (kasih sayang dan belas kasih)
menerjemahkan beberapa kata Ibrani dan Yunani yakni Ibrani khamal dan rakhamim,
Yunani eleeo dan oikteiro. Dalam Est 2:9* dan Ayub 6:14 aslinya ialah khesed
(KASIH SETIA) dan dalam Est 2:15 aslinya khen (KASIH KARUNIA). Dalam 1 Tes 2:8
aslinya himeromai, yg terdapat hanya dalam ay ini dalam PB. Pengertian kasih
sayang ialah ‘belas kasih atasan kepada bawahan, yg sama sekali bawahan itu
tidak layak menerimanya’ (Snaith); juga mencakup kasih yg menyala. ‘Allah yg
berpribadi itu mempunyai hati’ (Barth). Pemikiran Allah terhadap manusia
sehubungan dengan kesalahan manusia ialah kasih karunia: pemikiran-Nya terhadap
manusia sehubungan dengan kesengsaraan manusia ialah kasih sayang.
Prinsip: Berbelaskasihan dan bermurahatilah (Belaskasihan Yesus thd org banyak;
Matius 9:35-37; Org Samaria yg murahati, Luk.
10:25-37;.
Penerapan: Berbelaskasihan dan
bermurahatilah pd semua org siapapun dia.
Ilustrasi:
Para nabi dan abdi Allah sadar akan keajaiban rahmat dan belas kasih
Allah terhadap orang berdosa dan orang sengsara. Allah Bapak penuh belas kasih
(Pengasih dan Penyayang) (2Kor 1:3; Kel 34:6; Neh 9:17; Mzm. 86:15; 103:8-14;
Yoel 2:13; Yun 4:2), dan kasih-Nya (eleos) yg besar (Ef 2:4) menyelamatkan kita
(Tit 3:5*).
Para nabi mengajarkan, setiap orang yg
mengalami belas kasih Allah dalam hidupnya, wajib menunjukkan belas kasih itu
kepada orang yg membutuhkannya, terutama ‘anak yatim, janda dan orang asing’,
yg berkali-kali disebut bersama-sama (Ul 10:18; 14:9; 16:11; 24:19*; Yer 22:3),
orang miskin dan orang malang (Mzm 146:9; Ayub 6:14; Ams 19:17; Za 7:9; Mi 6:8),
dan terutama dalam Ul, kepada orang asing. Hati Yesus kerap kali tergugah oleh
belas kasih, dan Ia menyuruh murid-Nya menunjukkan belas kasih kepada orang
lain yg membutuhkan pertolongan mereka. Belas kasih mereka harus serupa dengan
belas kasih-Nya, bukan hanya dalam hal tidak mau memandang orang, tapi dalam
hal bertindak dengan pengorbanan diri (1 Yoh 3:17). Orang yg murah hati akan
beroleh kemurahan (Mat 5:7; bnd Mat 18:21; Luk 6:36). ‘Murah hati’ di sini
menerjemahkan kata yg di tempat lain diterjemahkan kasih sayang atau belas
kasih. JWM/JH/MHS
2. Karena kesetiaan-Nya (ayt 5c)
Eks:...Kesetiaan
ke=se=ti=a=an n keteguhan
hati; ketaatan (dl persahabatan, perhambaan, dsb); kepatuhan;
- merek Kom kesetiaan
konsumen thd suatu merek yg ditunjukkan melalui perhatian dan perbuatan untuk
mengulang pembelian merek tsb secara berkala
1. Kesetiaan (Kel. 17:12 tdk bergerak; Yes. 59:4 tdk ada yg benr dan
menghakimi dgn teguh; 1 Sam. 26:3 TUHAN setia menolong Daud dari kejaran Saul. Komitmen TUHAN terhadap
Daud/kita(sekalipun kita tdk setia, Ia tetap setia; walaupun berulangkali kita
menyakiti Dia, Ia tetap setia).
Prinsip: Komitmen yg teguh
Penerapan: Berkomitmenlah pd Tuhan
dan pd pekerjaan Anda dan sukseslah.
Ilustrasi:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar